<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Adrian Hilman&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://adrianhilman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adrianhilman.wordpress.com</link>
	<description>More than just a Blog...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Apr 2011 14:05:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adrianhilman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Adrian Hilman&#039;s Blog</title>
		<link>http://adrianhilman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adrianhilman.wordpress.com/osd.xml" title="Adrian Hilman&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adrianhilman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Asam Amino</title>
		<link>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/08/29/asam-amino/</link>
		<comments>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/08/29/asam-amino/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 03:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adrianhilman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nutirisi dan Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrianhilman.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[ Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C &#8220;alfa&#8221; atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=87&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7d/Amino_acid.svg/150px-Amino_acid.svg.png" alt="Struktur Asam Amino" width="150" height="85" /> Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C &#8220;alfa&#8221; atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.<span id="more-87"></span></p>
<p>Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya.<!--more--></p>
<p>Atom C pusat tersebut dinamai atom Cα (&#8220;C-alfa&#8221;) sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.</p>
<p>Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika nonpolar.</p>
<p>Karena atom C pusat mengikat empat gugus yang berbeda, maka asam amino—kecuali glisina—memiliki isomer optik: l dan d. Cara sederhana untuk mengidentifikasi isomeri ini dari gambaran dua dimensi adalah dengan &#8220;mendorong&#8221; atom H ke belakang pembaca (menjauhi pembaca). Jika searah putaran jarum jam (putaran ke kanan) terjadi urutan karboksil-residu-amina maka ini adalah tipe d. Jika urutan ini terjadi dengan arah putaran berlawanan jarum jam, maka itu adalah tipe l. (Aturan ini dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama CORN, dari singkatan COOH &#8211; R &#8211; NH2).</p>
<p>Pada umumnya, asam amino alami yang dihasilkan eukariota merupakan tipe l meskipun beberapa siput laut menghasilkan tipe d. Dinding sel bakteri banyak mengandung asam amino tipe d.</p>
<p>Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA.</p>
<p>Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Oleh sebab itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino.</p>
<p>Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.</p>
<p>Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian protein).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adrianhilman.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adrianhilman.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=87&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/08/29/asam-amino/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b81df6fa0515a4a3a0be4c203bf258?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adrianhilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7d/Amino_acid.svg/150px-Amino_acid.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Struktur Asam Amino</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lemak</title>
		<link>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/06/17/lemak/</link>
		<comments>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/06/17/lemak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 16:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adrianhilman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nutirisi dan Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrianhilman.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain. Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=79&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://pic.ccn.mofcom.gov.cn/export/14999/20070704144703.jpg" alt="Lemak" width="200" height="170" />Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.<br />
Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.<span id="more-79"></span> Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4), tumor necrosis factor-alpha (TNFα), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan hormon adipokinetik (Akh).</p>
<p>Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform, atau benzol.<br />
Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu:</p>
<ul>
<li>
<ol>Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.</ol>
<ol>Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.</ol>
<ol>Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu.</ol>
<ol>Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses biologis</ol>
<ol>Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.</ol>
</li>
</ul>
<p>Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.<br />
Vitamin-vitamin yang &#8220;larut di dalam lemak&#8221; (A, D, E, dan K1) – yang merupakan lipid berbasis isoprena – gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan dan metabolisme asam lemak di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta. Poliprenol dan turunan terfosforilasi juga memainkan peran pengangkutan yang penting, di dalam kasus ini pengangkutan oligosakarida melalui membran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat poliprenol di dalam reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein eukariotik N-glikosilasi. Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung empat rantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membran mitokondria bagian dalam. Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan fosforilasi oksidatif.<br />
Lemak yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan lain adalah trigliserida, sterol, dan fosfolipid membran yang ada pada hewan dan tumbuhan. Proses metabolisme lipid menyintesis dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural pada jaringan individu.<br />
Sebagian besar lipid yang ditemukan di dalam makanan adalah berbentuk triasilgliserol, kolesterol dan fosfolipid. Kadar rendah lemak makanan adalah penting untuk memfasilitasi penyerapan vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (A, D, E, dan K) dan karotenoid.[31] Manusia dan mamalia lainnya memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak esensial tertentu, misalnya asam linoleat (asam lemak omega-6) dan asam alfa-linolenat (sejenis asam lemak omega-3) karena mereka tidak dapat disintesis dari prekursor sederhana di dalam makanan.[32] Kedua-dua asam lemak ini memiliki 18 karbon per molekulnya, lemak majemuk tak jenuh berbeda di dalam jumlah dan kedudukan ikatan gandanya. Sebagian besar minyak nabati adalah kaya akan asam linoleat (safflower, bunga matahari, dan jagung). Asam alfa-linolenat ditemukan di dalam daun hijau tumbuhan, dan di beberapa biji-bijian, kacang-kacangan, dan leguma (khususnya flax, brassica napus, walnut, dan kedelai).[33] Minyak ikan kaya akan asam lemak omega-3 berantai panjang asam eikosapentaenoat dan asam dokosaheksaenoat.[34] Banyak pengkajian telah menunjukkan manfaat kesehatan yang baik yang berhubungan dengan asupan asam lemak omega-3 pada perkembangan bayi, kanker, penyakit kardiovaskular (gangguan jantung), dan berbagai penyakit kejiwaan, seperti depresi, kelainan hiperaktif/kurang memperhatikan, dan demensia.[35][36] Sebaliknya, kini dinyatakan bahwa asupan lemak trans, yaitu yang ada pada minyak nabati yang dihidrogenasi sebagian, adalah faktor risiko bagi penyakit jantung.[37][38][39]<br />
Beberapa pengkajian menunjukkan bahwa total asupan lemak yang dikonsumsi berhubungan dengan menaiknya risiko kegemukan[40][41] and diabetes.[42][43] Tetapi, pengkajian lain yang cukup banyak, termasuk Women&#8217;s Health Initiative Dietary Modification Trial (Percobaan Modifikasi Makanan Inisiatif Kesehatan Perempuan), sebuah pengkajian selama delapan tahun terhadap 49.000 perempuan, Nurses&#8217; Health Study (Pengkajian Kesehatan Perawat dan Health Professionals Follow-up Study (Pengkajian Tindak-lanjut Profesional Kesehatan), mengungkapkan ketiadaan hubungan itu.[44][45][46] Kedua-dua pengkajian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara persentase kalori dari lemak dan risiko kanker, penyakit jantung, atau kelebihan bobot badan. Nutrition Source, sebuah situs web yang dipelihara oleh Departemen Gizi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengikhtisarkan bukti-bukti terkini pada dampak lemak makanan: &#8220;Sebagian besar rincian penelitian yang dilakukan di Harvard ini menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lemak di dalam makanan tidak berhubungan dengan bobot badan atau penyakit tertentu.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adrianhilman.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adrianhilman.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=79&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/06/17/lemak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b81df6fa0515a4a3a0be4c203bf258?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adrianhilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pic.ccn.mofcom.gov.cn/export/14999/20070704144703.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lemak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Protein</title>
		<link>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/31/protein/</link>
		<comments>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/31/protein/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 21:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adrianhilman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nutirisi dan Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrianhilman.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;yang paling utama&#8221;) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=67&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/49/Protein_Structure.jpg" alt="Struktur Protein" width="220" height="160" />Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;yang paling utama&#8221;) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.<span id="more-67"></span><br />
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.</p>
<p>Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).</p>
<p>Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.<br />
Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih &#8220;mentah&#8221;, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.<br />
Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat).[4] Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:<br />
- alpha helix (α-helix, &#8220;puntiran-alfa&#8221;), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;<br />
- beta-sheet (β-sheet, &#8220;lempeng-beta&#8221;), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai &#8211; asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);<br />
- beta-turn, (β-turn, &#8220;lekukan-beta&#8221;); dan<br />
- gamma-turn, (γ-turn, &#8220;lekukan-gamma&#8221;).<br />
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.<br />
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.<br />
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).[5] Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.<br />
Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adrianhilman.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adrianhilman.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=67&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/31/protein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b81df6fa0515a4a3a0be4c203bf258?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adrianhilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/49/Protein_Structure.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Struktur Protein</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Glukosa</title>
		<link>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/31/glukosa/</link>
		<comments>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/31/glukosa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 16:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adrianhilman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nutirisi dan Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrianhilman.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[ Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=61&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/72/Beta-D-glucose-3D-vdW.png" alt="Struktur Bangun Glukosa" width="154" height="140" /> Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.<br />
Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut &#8220;cincin piranosa&#8221;, bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. <span id="more-61"></span>Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.<br />
Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif.</p>
<p>Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.<br />
Dalam respirasi, melalui serangkaian reaksi terkatalisis enzim, glukosa teroksidasi hingga akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa dipecah dari polisakarida.<br />
Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida).<br />
Dekstrosa terbentuk akibat larutan D-glukosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kanan. Dalam kasus yang sama D-fruktosa disebut &#8220;levulosa&#8221; karena larutan levulosa berotasi terpolarisasi cahaya ke kiri.<br />
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.<br />
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen (&#8220;pati hewan&#8221;) dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernah secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adrianhilman.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adrianhilman.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=61&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/31/glukosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b81df6fa0515a4a3a0be4c203bf258?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adrianhilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/72/Beta-D-glucose-3D-vdW.png" medium="image">
			<media:title type="html">Struktur Bangun Glukosa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vitamin C</title>
		<link>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/21/vitamin-c/</link>
		<comments>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/21/vitamin-c/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 10:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adrianhilman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nutirisi dan Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adrianhilman.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam, oleh karena itu penggunaaan vitamin C sebagai antioksidan semakin sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=45&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/43/Ambersweet_oranges.jpg" alt="Buah Jeruk yang kaya vitamin C" width="176" height="162" />Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan antioksidan karena sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam, oleh karena itu penggunaaan vitamin C sebagai antioksidan semakin sering dijumpai.<br />
Vitamin C perlu untuk menjaga struktur kolagen, sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka, patah tulang, memar, perdarahan kecil dan luka ringan.<span id="more-45"></span> Buah jeruk, salah satu sumber vitamin C terbesar.<br />
Vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan ia mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, ia dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Tak heran bila berlebihan, vitamin ini dapat mengakibatkan diare. Untuk pencegahan kurangi konsumsinya, atau ganti dengan natrium askorbat.<br />
Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.<br />
Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Bahkan, punya korelasi dengan masalah kesehatan seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.<br />
Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi tiap orang, tergantung kebiasaan masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya: merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Maka, sebisa mungkin hindari minum kopi, teh, dan cola. Selain itu stres, demam, infeksi, dan giat berolahraga juga meningkatkan kebutuhan akan vitamin C.<br />
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C kita bisa meningkatkan konsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, sayur mayur, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, atau hati. Kalau suka jambu biji, akan lebih baik lagi, karena buah ini tinggi kandungan vitamin C-nya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adrianhilman.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adrianhilman.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adrianhilman.wordpress.com&amp;blog=13695080&amp;post=45&amp;subd=adrianhilman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adrianhilman.wordpress.com/2010/05/21/vitamin-c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2b81df6fa0515a4a3a0be4c203bf258?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adrianhilman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/43/Ambersweet_oranges.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buah Jeruk yang kaya vitamin C</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
